Nostalgia Mode On
Sudah lewat setahun sejak terakhir kali Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama pulang ke kampung halamannya di Gantong, Belitung Timur. Terakhir kali dia pulang adalah setelah putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta.
Sudah lewat setahun sejak terakhir kali Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama pulang ke kampung halamannya di Gantong, Belitung Timur. Terakhir kali dia pulang adalah setelah putaran kedua Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta.
Akhir pekan ini, pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Belitung Timur itu berkesempatan mengunjungi rumah masa kecilnya bersama wartawan.
"Hari ini enggak ada berita wakil gubernur ya, saya jadi tour guide saja," katanya sambil tertawa, Sabtu, 14 September 2013.
Dengan semringah, dia menceritakan berbagai pengalaman masa kecilnya di Kecamatan Gantong, Belitung Timur. Basuki mengaku, saat muda dia senang naik sepeda motor dengan kawannya. Dia bahkan sempat hampir kecelakaan akibat kebut-kebutan. Untuk menyalurkan hobinya itu, dia ingin ikut kejuaraan motorcross di Belitung.
Tapi ibu saya enggak mau tanda-tangan surat izin ikut motor cross, malah berpesan supaya saya tidak naik motor - Ahok
Selain itu, dia juga mengaku tak terlalu senang jalan-jalan. "Saya lebih suka nongkrong di hutan, bau hutan itu enak sekali," ujar dia. Selain itu, banyak burung yang berkeliaran di hutan. Akan tetapi, dahulu masih banyak babi hutan yang berkeliaran di sana. "Yang penting kalau dikejar kita larinya harus belok-belok, soalnya dia cuma bisa lari lurus," kata Ahok tertawa.
Ahok juga kerap main ke Kota Manggar yang bisa ditempuh sekitar 45 menit dengan mobil. Dia dan saudara-saudaranya suka membantu menjaga apotek milik ibunya. Tetapi ada juga alasan lain mengapa mereka suka main ke kota. "Gadis di kota terkenal lebih cantik-cantik daripada di Gantong," ujar Ahok.
Pria yang suka bicara blak-blakan ini menceritakan hingga lulus SMP dia kerap memancing ikan di sungai. Namun, di Belitung masih banyak buaya berkeliaran. "Jauh-jauh dari tempat yang dikerumuni lalat, itu biasanya ada buaya sedang buka mulut," celoteh Ahok.
Dia juga memberi tahu cara mendeteksi adanya buaya ketika main di kali. Buaya, kata dia, bisa berenang tanpa meninggalkan riak di air. "Jadi, kalau ada yg terlihat seperti kayu bergerak, tetapi airnya tetap tenang, harus cepat-cepat lari karena itu buaya," ujar dia.
Miniatur Indonesia
Pada suatu perhelatan kumpul para blogger tahun 2014, seorang penulis menganggap bahwa Ahok merupakan contoh miniatur keberagaman Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Ahok pun berkisah tentang masa kecilnya di Belitung.
Pada suatu perhelatan kumpul para blogger tahun 2014, seorang penulis menganggap bahwa Ahok merupakan contoh miniatur keberagaman Indonesia. Menanggapi hal tersebut, Ahok pun berkisah tentang masa kecilnya di Belitung.
“Saya tinggal di lingkungan yang mayoritas penduduknya beragama Islam, juga kelompok Masyumi. SD sampai SMP saya di sekolah Islam, bahkan nilai agama Islam saya sering lebih baik dari teman-teman”
Ketika menempuh pendidikan di sekolah Islam, Ahok beberapa kali mengikuti kelas pelajaran Agama Islam meski ia seorang non-muslim. Bahkan nilai ulangan pengetahuan dasar agama Islamnya seringkali lebih tinggi dibanding teman-temannya yang beragama Islam karena ia tak diharuskan mengerjakan soal-soal yang susah seperti bahasa Arab.
Kesan baik terhadap Islam dan beberapa ucapan guru agamanya di SD dan SMP terus diingat oleh Ahok hingga kini. Oleh karena itu meski bukan pemeluk Agama Islam, ia kerap mengutip beberapa ajaran Islam untuk menjelaskan sesuatu masalah. Ahok kembali menegaskan ia perlu mengucapkan Istighfar atas dilantiknya ia sebagai Gubernur DKI.
Nilai-nilai toleransi beragama dan menyayangi sesama manusia juga Ahok dapatkan dari nasihat-nasihat ayahnya. Menurutnya sejak kecil ia diajari untuk berbagi dengan siapa saja apapun agamanya. Ahok masih terus mengingat nasihat ayahnya untuk selalu berbuat baik dan menolong sesama tanpa harus menunggu menjadi orang kaya.
“Pokoknya kalau ada yang bisa dibantu, bantu saja sebisanya” - Ahok
Ahok berkeyakinan bahwa dengan berbuat baik semuanya akan dimudahkan. Dengan santai Ahok pun menanggapi perjalanannya yang terjal untuk bisa dilantik sebagai Gubernur DKI dan mendapat banyak tentangan dari berbagai kalangan.
“Di Belitung yang 90% dikuasai partai Islam bisa saya taklukkan, masa di DKI saja yang begini saya harus khawatir” - Ahok
Sosok yang akan maju sebagai calon gubernur dari jalur independen untuk kontestasi Pemilihan Gubernur DKI 2017 ini semakin santer dibicarakan orang.
Sekedar mengingatkan, inilah biodata singkat dari sosok yang semakin populer di republik ini.
Sekedar mengingatkan, inilah biodata singkat dari sosok yang semakin populer di republik ini.
Nama : Ir Basuki Tjahaja Purnama, MM
Tempat lahir : Manggar, Belitung Timur
Tanggal lahir : 29 Juni 1966
Agama : Kristen Protestan
Nama Istri : Veronica, ST
Nama anak pertama : Nicholas
Nama anak kedua : Nathania
Nama anak ketiga : Daud Albeenner
Nama bapak : Indra Tjahaja Purnama (Alm)
Nama ibu : Buniarti Ningsih
Pendidikan:
• SD Negeri III Gantung, Belitung Timur (1977)
• SMP Negeri I Gantung, Belitung Timur (1981)
• SMAK III PSKD, Jakarta (1984)
• Jurusan Teknik Geologi Fakultas Teknologi Mineral Universitas Trisakti (1989)
• Magister Manajemen Sekolah Tinggi Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta (1994)
Perjalanan Karier dan Politik:
• Direktur Eksekutif Center for Democracy and Transparency (CDT 3.1)
• Direktur PT Nurindra Ekapersada (1992-2005)
• Staf direksi bidang analisa biaya dan keuangan PT Simaxindo Primadaya (1994-1995)
• Membangun cikal bakal Kawasan Industri Air Kelik (1994)
• DPRD Kabupaten Belitung Timur dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru (2004-2005)
• Bupati Kabupaten Belitung Timur (2005-2006)
• DPR dari Partai Golkar (2009-2012)
• Wakil Gubernur Prov. DKI Jakarta (2012- sekarang)
Penghargaan:
• Penghargaan 10 Tokoh yang Mengubah Indonesia dari Majalah Tempo (2006)
• Pin Emas dari Forum Demokrasi (Fordeka) (2006)
• Tokoh Antikorupsi 2006 dari Koalisi Kebersamaan Tiga Pilar Kemitraan (2007)
• Bung Hatta Anti-Corruption Award (2013)